[Indonesia] Depresi, pembanding, dan penebusan diri

Day 3, gue gak tau apa yg terjadi dengan diriku hari ini setelah mendengar ceritanya si m****i.
Haaaaaah, kucoba aplikasikan kerangka berpikir stoikisme, and… lumayan berguna.
Tapi tetap saja diriku merasa ada yg kosong.
Inikah takdirku? mencintai tapi tidak dicintai balik? mencintai tapi yg dicintai telah ternoda? atau haruskah ku ikhlas menerima dan mencintai takdir ini? apa yg kudapat? dopamin dan serotonin palsu? yg nyata dan berangsur-angsur hanya kortisol yg membuncah gila ke segala arah tidak teratur tapi menyebar dengan pasti.
Aku gila, bahkan diriku tidak terpikirkan untuk bermasturbasi, sempat terpikir untuk menghapus bokep bokep difolder ku karena diriku sudah inpoten dengan bokep dan hanya bereaksi pada realitas.
Tapi realitas mengkhianati ku, apa yg harus ku percaya? apakah aku hanya bisa mempercayai diriku sendiri? untuk saat ini mental ku terganggu tapi emosi ku stabil berkat stoikisme.
Umur ku sudah beranjak tua, 23 tahun, tapi mental ku masih seperti anak-anak, mungkin anak-anak tidak ikhlas kalau disamakan dengan mental ampas seperti diriku haha.
Aku tidak punya teman yg bisa menjadi tempat bercerita, orang yg ku cinta tidak mencintai ku balik, keluargaku hanya menyalahkan ku karena kurang beribadah ketika diriku bercerita soal apa yg kurasakan pada mereka, diriku juga sudah berolahraga dan berat badan ku yg dari 68kg sekarang sudah 59kg, pencapain yg bagus bukan? yah tapi tetap saja jiwaku depresi, pekerjaan? aku hanya kerja ditempat keluarga ku karena diriku tidak sekolah smp sma dan kuliah sehingga sulit untuk mencari pekerjaan, “kenapa tidak sekolah?” karena ekonomi dan kelakuan diriku sendiri, ya aku pemalas, depresi, dan tidak punya tujuan hidup.
Ini pemikiran bunuh diri yg kesekian kalinya, dan hanya 2x pernah kucoba, apakah yg 3x akan berhasil? terjun dengan kepala menghempas ke batu? memotong nadi? gantung diri? racun? atau haruskah ke dokter dan meminta suntik mati? semua terlihat sakit. satu-satunya pegangan hidup ku sekarang adalah aku takkan mati sebelum One Piece tamat, thank you Oda.
Tapi tetap saja, aku harus apa? aku bingung, tanpa arah, adakah yang mau menolong ku? seseorang? atau yg tersisa hanya diriku sendiri?
AKU GAGAL MENJADI MANUSIA

Gue menulis ini buat teman-teman Indonesia yang mungkin sedang strugle soal masturbasi, sehingga kalian bisa menemukan pembanding dari tulisan hidup gue ini dan bisa terus semangat menjalani hidup, semangat teman-teman, kejar impian kalian, dikala kalian down ingat lah tulisan gue ini sehingga kalian gak seperti saya oke? SEMANGAT! HIDUP LU PENTING UNTUK DIRI LU DAN ORANG DISEKITAR LU! PASTI DAN GUE YAKIN HIDUP KALIAN LEBIH BERHARGA DARI GUE! SEKALI LAGI : SEMANGAT!

haaaaah day 8
so many things happened, gue gak tau gimana mendeskripsikannya.
kita mulai dari mei gak ngechat gue hampir seharian, gue gak tau apa yg terjadi, apa bisa gue bilang dia udah punya seseorang? atau pedekate? yah gue mau nanya dia pasti jawabnya tidak ke fokus ke 1 hal itu, malah nyerang gue. maka dari gue gak berani nanya, atau itu cuma alasan gue? pengecut? gue gak tau, gue merasa ada yg beda aja, status kita pun abu-abu, gue gak tau apa yg mesti gue lakukan, apa gue mesti all in? atau all out? apa gue keluarin apa yg gue resahkan? tapi bukannya kalau gitu gue bakal dianggap cowo lemah? atau mesti gue simpen hal ini sampai gue mati? atau gue mesti bunuh diri? gue gak ngerti, sama sekali gak ngerti, gak ngerti dan gak tau apa yg gue rasakan, gue kebingungan, gue berharap diri gue kecelakaan dan tidak ingat apapun tentang orang orang yg gue sayang